Pages

Rabu, 17 Juli 2019

SISTEM PEMANTAUAN INDEKS KUALITAS UDARA DAN KEADAAN CUACA PADA LINGKUNGAN BERBASIS WEBSERVER


 ABSTRAK
                Pengamatan cuaca dan kualitas udara pada lingkungan  menjadi suatu hal yang perlu diperhatikan. terutama pada lingkungan perkotaan ,untuk mengantisipasi fluktuasi cuaca yang selalu berubah dari waktu ke waktu serta dari satu tempat ke tempat lainnya. Keberadaan polusi udara memberikan dampak yang sangat buruk terhadap kesehatan makhluk hidup. Diperlukan peralatan yang dapat mengukur cuaca dan tingkat kualitas udara suatu daerah seperti suhu, kelembaban, tekanan udara  dan polusi udara yang berbentuk gas maupun partikel seperti CO, NO2, SO2, O3 dan PM10. Sistem yang telah dibangun dengan Arduino Mega2560 sudah bisa melakukan pengamatan pada suatu lingkungan. Dimana pengamatan dilakukan berbasis webserver. Sensor yang dimiliki mempunyai tingkat keakuratan pengukuran yang cukup bagus dan memiliki fitur kalibrasi masing-masing sensor.
Kata Kunci : Cuaca, Kualitas  Udara, CO, NO2, SO2, O3 , PM10 , Arduino Mega2560 ,webserver


1.1 PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
                Di zaman dewasa ini cuaca dan kualitas udara menjadi suatu hal yang paling berpengaruh dalam kehidupan, untuk mengantisipasi fluktuasi cuaca dan kualitas udara yang berubah dari waktu ke waktu serta dari satu tempat ke tempat lainnya, diperlukan suatu alat pengukuran. Pengukuran cuaca dan kualitas udara biasanya dilakukan oleh BMKG umumnya masih secara manual. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu alat pengamatan cuaca dan kualitas udara yang dapat di monitoring setiap saat. Adapun material dari pencemaran atau polusi udara dibedakan atas partikel dan gas. Partikel diantaranya ( PM10,PM2.3) pada gas (CO, NO2,SO2,O3).
                Kualitas lingkungan yang baik merupakan komponen yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Udara sebagai salah satu komponen lingkungan yang sangat penting dalam kehidupan, kualitasnya perlu untuk dijaga dan ditingkatkan sehingga dapat mendukung makhluk hidup terutama manusia bekerja secara optimal. Pencemaran udara saat ini sudah dalam kondisi memprihatinkan. Sumber pencemaran udara umumnya berasal dari berbagai kegiatan manusia antara lain industri, transportasi, perkantoran, dan perumahan. Pencemaran udara oleh zat-zat ini memberikan dampak buruk berupa menurunya kualitas udara yang berdampak negatif pada kesehatan manusia. Mengingat pentingnya kualitas lingkungan yang baik maka pelestarian lingkungan dianggap perlu untuk dilakukan sebagai upaya untuk mengendalikan kegiatan yang berpotensi menimbulkan pencemaran atau kegiatan yang dapat merusak lingkungan hidup. Inilah suatu konsekunsi yang harus dihadapi transformasi dari masyarakat agrari ke masyarakat industri terutama didaerah perkotaan dan sub perkotaan. Dengan merancang sebuah alat yang diintegrasikan dengan sensor parameter cuaca dan kualitas udara., maka keadaan tersebut dapat kita ukur, tentukan, serta prediksi yang lazimnya akan dilakukan oleh badan BMKG, dari data yang dikoleksi akan di dikirim web server  sehingga tidak perlu lagi menunggu informasi dari instansi tersebut.

1.2  Rumusan Masalah
                Adapun perumusan masalah dari tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
1.       Bagaimana membuat sebuah  alat yang mampu memantau keadaaan cuaca dan kualitas udara.
2.       Bagaimana merancang dan mengorganisir data informasi sensor kedalam sistem database.
3.       Bagaimana sistem memberikan informasi secara langsung mengenai keadaan lingkungan sehingga tidak perlu lagi menunggu informasi dari instansi terkait.
4.       Bagaimana membuat suatu tampilan layout website yang diintegrasikan dengan alat.
1.3 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini sebagai berikut :
1.       Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai literatur dan parameter untuk penelitian yang akan datang.  
2.       Sistem pengamatan dapat secara langsung diketahui mengenai keadaan cuaca dan kualitas udara.
3.       Memberikan semacam peringatan kepada masyarakat, sehingga sejak dini dapat meminalisir pencemaran lingkungan hidup.
4.       Dapat membantu pelayanan publik dari pemerintah terkhusus dibidang sosial dan kesehatan.
Tujuan Penelitian

1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian pada tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
1.       Mampu memfungsikan sensor yang dipakai pada penelitian sehingga memeberikan data informasi.
2.       Mampu merancang sebuah alat yang dapat memantau keadaan cuaca dan kualitas udara pada lingkungan berbasis webserver.
3.       Mampu merancang dan mengorganisir data informasi dari sensor yang difungsikan pada database.
4.       Mampu merancang dan menampilkan data informasi sensor pada website. 
1.5 Ruang Lingkup
                Untuk kemudahan dan lebih terperincinya pembahasan pada Tugas Akhir ini, adapun ruang lingkup dari penelitian ini sebagai berikut:
1.       Menggunakan Arduino Mega 2560 sebagai pengontrol utama.
2.       Mnggunakan sensor MQ (7, 131, 135, 136), sensor Sharp Dust  GPY,  DHT11,  BMP180.
3.       Pengamatan data cuaca dan kualitas udara seperti suhu, tekanan udara, kelembapan,  karbon monoksida, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, ozon, partikulat matter (asap/debu).
4.       Pemilihan jenis sensor kualitas udara merujuk pada datasheet sensor sebagai acuan dari pengkalibrasian keterbatasan alat pengujian sebagai data pembanding.
5.       Menggunakan GSM/GPRS SIM900A untuk mengirim data ke server.
6.       Menggunakan library yang tersedia pada GitHub untuk beberapa sensor seperti DHT11,BMP180.
7.       Tidak membahas  proses reaksi kimia pada sensor gas MQ, hanya sebatas pembacaan data sensor.
8.       Tidak membahas mengenai besar konsumsi daya pada sistem.

2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Air Quality Indeks (AQI)
                Indeks Kualitas Udara (Air Quality Indeks) adalah  standar yang digunakan dalam pengukuran pencemaran udara. Setiap suatu Negara memiliki standar yang berbeda dalam pengukuran pencemaran udara di Indonesia ISPU (Indeks standar Pencemaran Udara),di Beijing Air Quality Indeks (AQI), di Singapore Pollutant Standards Index (PSI), di Korea Selatan Comprehensive Air Quality Indeks (CSI), di United Kingdom Air Pollutan Banding (APB) , di Eropa Common Air Quality Index (CAQI) dan lainnya. Di Indonesia Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) atau Air Quality Indeks (AQI) diatur berdasarkan Keputusan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Nomor KEP-107/Kabapedal/11/1997 dan setiap Negara memiliki badan atau instansi terkait yang mengelola pemcemaran lingkungan.
                Adapun bahan material hasil dari pencemaran atau polusi udara dibedakan atas partikel dan gas. Material partikel diantaranya Partikulat Matter debu, asap kebakaran, timbal dan lainya. Pada gas (CO, NO2, SO2, O3). Dari beberapa material pencemar udara tersebut sangat berdampak buruk terhadap pada kesehatan jadi jika orang terpapar dalam waktu yang lama dari material tersebut dapat menyebabkan gangguan pernapasan, ispa, keracunan gas, dan lainnya.
2.2 Jenis Polutan Pencemar Udara Beserta Dampaknya
                Dalam perhitungan pencemaran udara satuan yang biasa digunakan ialah PPM (Part Per Milion), bagian per juta adalah sebuah satuan untuk konsentrasi larutan di mana konsentrasi partikel yang dimaksud sangat kecil dibandingkan dengan partikel yang menjadi pelarutnya. Komposisi gas di atmosfer dapat mengalami perubahan karena polusi udara akibat dari aktivitas alam maupun dari berbagai aktivitas manusia. Sumber pencemaran udara dapat berasal dari kebakaran hutan, debu, industri dan alat transportasi seperti kendaraan bermotor, mobil dll. Pencemaran udara oleh berbagai jenis polutan dapat menurunkan kualitas udara. Penurunan kualitas udara untuk respirasi semua organisme (terutama manusia) akan menurunkan tingkat kesehatan masyarakat. Beberapa gas polutan yang berbahaya terhadap kesehatn sebagai berikut
a.        Gas Karbon Monoksida
b.       Gas Nitrogen Dioksida
c.        Gas Sulfur Dioksida
d.       Gas Ozone
e.        Partikulat Matter 10 (PM10)
2.3 MIKROKONTROLER ARDUINO MEGA 2560





 

               
Arduino Mega 2560 adalah modul mikrokontroler dengan IC ATMega 2560. Modul ini mempunyai 54 digital pin I/O yaitu 14 pin output PWM, 16 pin Analog, 4 UART, komunikasi I2C (sda-scl) 16 MHZ Osilator Kristal, Voltage Operating 5V, Input Voltage (7-20 Volt),Flash Memory 8 kb dari 256 kb,SRAM 8 kb,EEPROM 4 kb,  koneksi USB, sumber tegangan, ICSP header, dan tombol reset   
2.4 SENSOR
                Sensor secara umum didefinisikan sebagai alat yang mampu menangkap fenomena fisika atau kimia kemudian mengubahnya menjadi sinyal elektrik baik arus listrik ataupun tegangan. Sensor merupakan transducer yang digunakan untuk mendeteksi kondisi suatu proses. Pada Tugas Akhir ini digunakan beberapa jenis sensor, antara lain sebagai berikut:
2.4.1 DHT 11




                    
Gambar 2.2 Sensor DHT11
                Sensor DHT11 adalah sensor digital yang dapat mengukur suhu dan kelembaban udara di sekitarnya. Memiliki tingkat stabilitas yang sangat baik serta fitur kalibrasi yang sangat akurat. Koefisien kalibrasi disimpan dalam OTP program memory, sehingga ketika internal sensor mendeteksi sesuatu, maka sensor  menyertakan koefisien tersebut dalam kalkulasinya. DHT11 termasuk sensor yang memiliki kualitas terbaik, dinilai dari respon, pembacaan data yang cepat, dan kemampuan anti-interference. 
2.4.2 BMP180




                           Gambar 2.3 Sensor BMP180
                BMP180 adalah sensor tekanan barometrik (digital barometric pressure sensor) dari Bosch Sensortec yang berkinerja sangat tinggi yang dapat diaplikasikan pada berbagai perangkat bergerak seperti smart phone, komputer tablet, dan peralatan olah raga portabel.  BMP180 adalah upgrade dari BMP085 dengan banyak peningkatan yang signifikan, seperti ukuran yang lebih kecil (lebih hemat energi dengan konsumsi energi sangat rendah, kurang dari 3 μA) dan penambahan antarmuka digital yang baru.
2.4.3 SENSOR GAS MQ
                Sensor MQ merupakan suatu sensor untuk mengukur kadar konsentrasi gas dan memiliki tingkat sensivitas terhadap perubahan konsentrasi sangat cocok untuk digunakan dalam pemantaun tingkat konsentrasi polusi suatu Daerah. Sensor ini mengualarkan sinyal analog sehingga bisa digunakan dan dikonversi oleh mikrokontroler. Terdapat beberapa jenis dari sensor MQ, setiap jenis sensor MQ mempunyai karakteristik masing tergantung jenis penggunaan dan kebutuhan jenis yang diamati. Sensor ini terdiri dari keramik Al2O3 , lapisan tipis SnO2 , elektroda serta heater yang digabungkan dalam suatu lapisan kerak yang terbuat dari plastic dan stainless. Pada sensor terdapat nilai resistansi sensor (Rs) yang dapat berubah bila terkena gas. Sensor ini menggunakan catu daya heater 5V AC/DC dan menggunakan catu daya rangkaian 5VDC satuan dari pengukuran sensor MQ-7 ialah ppm (part per million).
2.4.3.4 SENSOR GAS MQ-7
                Sensor gas MQ-7 adalah sebuah sensor gas yang dapat mendeteksi gas monoksida (CO) dengan sensitivitas yang tinggi dan respon yang cepat, berfungsi untuk mengetahui konsentrasi gas karbon monoksida (CO).

Gambar 2.4 Konfigurasi pin sensor  MQ-7


Gambar 2.5 Kurva karakteristik sensor MQ-7

2.4.3.5 SENSOR GAS MQ-135
Text Box: Gambar 2.1 Arduino Mega 2560                    Sensor gas MQ-135 adalah suatu sensor gas yang dapat mendeteksi gas diantaranya, NOx, NH3, alkohol , Benzene , asap , CO2 .Tingkat sensvitasnya tinggi dan respon yang cepat, satuan dari pengukuran sensor ini ppm.
 
 
Gambar 2.6 Konfigurasi pin sensor MQ-135




Gambar 2.7 Kurva karakteristik sensor MQ-135
2.4.3.5 SENSOR GAS MQ-131
                Sensor gas MQ-131 adalah sensor suatu sensor gas yang sensivitas baik terhadap gas Ozone (O3).  

Gambar 2.8 Konfigurasi dari sensor MQ-131

Gambar 2.9 Kurva sensivitas sensor MQ-131
2.4.3.6 SENSOR GAS MQ-136
Sensor gas MQ136 memiliki sensivitas tinggi untuk SO2 , juga bisa digunakan untuk mendeteksi uap lain yang mengandung Sulfur, satuan pengukurannya ppm.

Gambar 2.10 Konfigurasi dari sensor MQ-136

Gambar 2.11 Kurva sensivitas sensor MQ-136
2.4.3.7 SENSOR SHARP DUST GP2Y1010AU0F  

          Sensor Sharp dust GP2Y1010AU0F adalah sensor debu dengan sistem penginderaan optik.Led dioda memancarkan infra merah ( IRED ) dan phototransistor yang diagonal diatur dalam perangkat ini . Mendeteksi cahaya yang dipantulkan dari debu di udara . Sangat efektif untuk mendeteksi partikel yang sangat halus seperti asap pembakaran seperti rokok, hutan . Selain itu dapat membedakan asap dari debu rumah oleh  pulsa tegangan output.

Gambar 2.12 Konfigurasi pin dari Sensor Sharp dust GPY
Gambar 2.13 Kurva karakteristik perbandingan Vo terhadap sensivitas partikel debu

2.5 RTC DS1307 (REAL TIME CLOCK)


                   Gambar 2.14 RTC DS1307
                Real Time Clock adalah suatu chip (IC) yang memiliki fungsi sebagai penyimpanan waktu dan tanggal. DS1307 Serial adalah RTC daya rendah, dengan jam/kalender dapat dikonversi ke desimal kode-biner (BCD).
2.6 SD Module (SKU DFR0071)


                   

                        Gambar 2.15
SD Module
                SD Card Module adalah suatu chip (IC) yang dapat menyimpan data berupa informasi kedalam memory. Pinout dapat secara langsung dihubungkan dengan Arduino,juga dapat digunakan dengan mikrokontroler lainnya. Hal ini memungkinkan untuk dimanfaatkan untuk penyimpanan data besar dan data logging. Module ini memiliki slot untuk memory card.
2.7 GSM/GPRS SIM900 A


 

         
Gambar 2.16 Modul GSM/GPRS SIM900a
          Modul komunikasi GSM GPRS SIM900A mini modul ini menggunakan core ICSIM900A. Modul ini mendukung komunikasi dual band pada frekuensi 900 / 1800 MHz (GSM900 dan GSM1800) sehingga fleksibel untuk digunakan           bersama kartu SIM dari berbagai operator telepon seluler. Operator GSM yang beroperasi di frekuensi dual band 900 MHz dan 1800 MHz .Modul ini dapat dikendalikan menggunakan perintah AT Command.
3. PEMBUATAN DAN PERANCANGAN  SISTEM
        Dalam perancangan dan pembuatan sistem berdasarkan dari hasil studi literatur, studi lapangan, diskusi dan konsultasi. Secara garis besar rancangan dan pembuatan sistem dibedakan atas dua perancangan yaitu sebagai berikut yakni perancangan  perangkat keras (Hardware) dan perancangan perangkat lunak (Software).
3.1 DESKRIPSI UMUM SISTEM
                Adapun gambar secara umum dari blok diagram arsitektur sistem dapat dilihat gambar :
             



                    Gambar 3.1 Blok diagram sistem
          Dari gambar   blok diagram diatas dijelaskan Arduino Mega 2560 sebagai pengontrol utama. Inputan berasal dari beberapa sensor, output berupa display LCD, user interface WEB. Digunakan modul GSM SIM900A sebagai pengirim data ke server internet. Pada sistem juga terdapat datalogging pada perangkat menggunakan SD Card untuk perekaman atau penyimpanan data ,terdapat juga RTC module untuk penyimpanan waktu dan tanggal, sehingga data dapat diolah kembali. Hasil informasi akan ditampilkan dalam website sehingga masyarakat secara lansung dapat melihat dan mengamati kondisi secara real megenai kondisi terkini lingkungan.


3.2 Perancangan Perangkat Keras (Hardware)
          Dalam perancangan perangkat keras, peneliti membutuhkan beberapa perangkat keras. Pemilihan spesifikasi perangkat keras sangatlah penting seperti mikrokontroler, sensor, dan perangkat lainnya, untuk mendukung kinerja dari sistem. Skema rangkain elektronika secara umum dapat dilihat pada gambar dibawah ini untuk memudahkan dalam proses perancangan perangkat keras.





                   Gambar 3.2 Skema Rangkain Elektronika Sistem
3.2.1 Perancangan Mikrokontroler
                Pada proses pengontrolannya menggunakan arduino mega 2560 karena memiliki pin out yang banyak, kapasitas memori yang digunakan  besar, memiliki fitur-fitur lainnya. Penggunaanya cukup mudah karena sudah dirancnag dalam bentuk board dan lebih murah, untuk wiring dapat dilihat pada gambar 3.2 gambar rangkain elektronika sistem.  Dari gambar 3.3 dibawah arduino mega 2560 memilki pin out yang banyak, terdapat juga fitur khusus yang dapat dimanfaatkan yakni komunaksi UART,  I2c, pin digital analog. Sehingga sangat cocok untuk digunakan pada sistem yang dibangun.



            
                Gambar 3.3 Arduino Mega 2560
3.2.2 Perancangan Kalibrasi dan Pembacaan Sensor
          Pada perancangan sensor digunakan  beberapa jenis sensor diantaranya sensor MQ (7,135,131,136 ), sensor Sharp gpy. Sensor tersebut dihubung ke pin analog pada Arduino berturut-turut. Untuk sensor  DHT11 dihubung ke pin digital arduino,  BMP180 dihubung ke pin SDA/SCL.  Setiap sensor memiliki fitur kalibrasi masing-masingpada sensor MQ dan sharp dust GPY pengkalibrasiannya berdasarkan datasheet masing-masing setiap sensor. Untuk sensor DHT11 dan BMP180 cara pengkalibrasiannya hanya memanfaatkan library sensor tersebut pada github.com & adafruit.com dengan akurasi pembacaan sensor sangat baik hasil pembacaan akan dibandingkan dengan alat pembanding. Peniliti mengalami kesulitan mendapatkan alat pembanding pada sensor kualitas udara karena harga sensor tersebut mahal dan sensor tersebut belum ada di kantor BMKG .
3.2.2.1 Perancangan dan Kalibrasi Sensor Gas MQ
        Ada beberapa jenis sensor gas MQ yang di gunakan diantaranya MQ-7 untuk CO, MQ-131 untuk O3, MQ-135 untuk NO2, MQ-136 untuk SO2. Dari beberapa jenis sensor tersebut memiliki fitur dan kalibrasi yang sama, perbedaan terdapat pada sensivitas terhadap jenis konsentrasi jenis gasnya karena perbedaan bahan pembentuk sensor. Dalam perancangannya terdapat RL pada output sensor.
Skema rangkaian sensor gas MQ




                     Gambar 3.4 Skema Rangkain Sensor MQ
                Untuk mencari nilai Rs dan Ro, Rs adalah besar nilai resistansi pada berbagai  kosentrasi gas dan Ro adalah resistansi sensor pada udara bersih.
VRL = (Output Analog)* 5 /1023……….        (pers. 1)
Rs = (5 - VRL) * RL / VRL ………..                  (pers. 2)
Ro = Rs/ (Rs/RoAwal) ,  ………….                                 (pers. 3)
Untuk mencari kadar konsentrasi gas dari ppm ke mg/m3
   …………   (pers. 4)
                Molar volume 1 atm and 25 Celcius adalah 24.25 L, untuk mencari massa gas dapat melihat table periodik. Untuk mencari nilai ppm suatu sensor MQ, terlebih dahulu melihat kurva karakteristik sensivitas sensor tersebut sehingga didapat rumus persamaan linearitasnya dari hasil komputasi Microsoft excel .
          Sensor MQ-7 (CO)
                     
          Sensor MQ-135
          Sensor MQ-131
          Sensor MQ-136
35.095(

3.2.2.2 Perancangan dan Kalibrasi Sensor Sharp Dust GP2Y1010AU0F  
                Pada perancangan Sensor sharp Dust GP2Y1010AU0F membutuhkan kalibrasi sensor terlebih dahulu, dimna Output sensor berupa Sinyal Analog. Dimna semakin besar nilai Output Analog maka semakin besar nilai tegangan. Satuan untuk mengukur PM10 adalah ug/m3


Tabel 2.1  Penjelasan hubungan pin sensor






                Untuk menghitung tingkat kepadatan PM10 terlebih dahulu mencari persamaan rumus dari grafik kurva sensivitasnya. Didapatkan persamaaan linearitas sensor.
y = 0.0172 * x - 0.1
Setelah didapatkan persamaanya, maka y = dustDensity, x =  voltage. Jadi kenaikan tegangan sebanding dengan dust density.

3.2.2.3 Perancangan Sensor DHT11

          Sensor ini  mudah untuk dioperasikan dimnaa pin digital output pada sensor dihubungkan ke pin digital arduino, dengan memanfaatkan library sensor tersebut  sensor dapat terbaca dan tidak membutuhkan proses kalibrasi terlebih dahulu Sensor DHT11 berfungsi untuk mengukur suhu dan kelembapan, untuk lebih jelanya dapat dilihat pada skema rangkain elektronika.

3.2.2.4 Perancnagan Sensor BMP180

          Sensor ini mengguunakan pin SDA/SCL pembacaan cukup mudah, dengan memanfaatkan library sensor tersebut  sensor dapat terbaca. Perancangan dapat dilihat pada gambar III.3 pin SDA/SCL sensor dihubung ke pin SDA/SCL pada Arduin Mega 2560. Sensor ini dapat membaca tekanan udara, suhu, dan ketinggian suatu tempat. Supply sensor ini 3,3 volt jangan sekali-kali menggunakan 5 volt karena dapat merusak sensor. Untuk lebih jelasnya dapat melihat gambar skema rangkaian elektronika.

3.2.3 Perancangan Datalogger Sistem
          Datalogger ialah suatu metode perekaman atau penyimpanan data informasi dalam suatu perangkat sehingga data yang direkam dapat kembali diolah. Pada perancangan datalogger digunakan SD card module untuk tempat perekaman data informasi dari sensor dan modolue RTC digunakan untuk pewaktuan sehingga data yang terekam dapat dioleh sesuai waktu perekamannya. Untuk SD Card Module dihubung ke pin MISO, MOSI, SCK, CS pin 50, 51, 52, 53 secara berturut-turut. Pin SDA/SCL pada RTC module dihubung ke pin SDA/SCL pada Arduino Mega 2560. Dalam pengujian datalogger, pada saat alat di hidupkan data akan otomatis tersimpan pada SD Modolue sehingga peniliti dapat mengakses atau mengolah data yang telah tersimpan. Data informasi sensor tersimpan dalam bentuk TextDocument.txt yang bisa dibuka dengan notepad, notepad++. 
          Gambar 3.6 Hasil pengujian datalogger sistem
3.2.4 Perancangan GSM/GPRS SIM900A
          Pada perancangan GSM/GPRS SIM900A pinnya  RX/TX  dihubung ke Serial1 RX1/TX1 Arduino Mega 2560 . RX ke TX1 dan TX ke RX1. Penggunaan GSM/GPRS SIM900A dengan AT Command. Pengujian perangkat ini dapat dilihat pada gambar III.11 dibawah ini. Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui kinerja GSM/GPRS SIM900A. Modul dapat berfungsi dengan baik saat pengujian dengan serial monitor.
Description: Description: Description: F:\TA AIZ\TA AIZ ASO\pengujian at command 1.jpg







                Gambar 3.7 Hasil pengujian datalogger sistem
3.3 Perancangan Perangkat  Lunak
                Setelah proses perancangan sistem secara hardware, setelah tahap tersebut dilakukan tahap perancangan perangkat lunak sistem. Ada beberapa bagian dalam perancangan perangkat lunak.
Adapun flowchart atau alur kerja  sistem dapat dilihat pada  gambar dibawah ini
                    Gambar 3.8 Flowchart sistem
 3.3.1 Perancangan Pemrograman Mikrokontroler.
                Pemrograman mikrokontroler digunakan bahasa C dalam membuat kode program IDE (Integrated Development Environment) Arduino versi 1.6.6. Dengan memanfaatkan program IDE Arduino Versi 1.6.6
 


    




                Gambar  3.9 : Arduino IDE versi 1.6.6


3.3.2 Perancangan Webserver
                Pada perancangan website digunakan beberapa jenis bahasa pemrograman web diantaranya aplikasi XMPP, notepad++, bahasa pemrograman MySql, HTML, PHP, jQuery, CSS dimana setiap bahasa pemrogram tersebut memiliki penggunaan masing-masing. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan didalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
                Gambar 3.10 : Blok diagram perancangan web server
3.3.3 Perancangan Pembuatan Database Server
                Pada pembuatan database server pada hal ini menggunakan perangkat lunak Phpmyadmin yang mana adalah sebuah aplikasi open source yang berfungsi untuk memudahkan manajemen MySQL. Dengan menggunakan phpmyadmin, anda dapat membuat database, membuat tabel, menginsert, menghapus dan mengupdate data dengan GUI dan terasa lebih mudah.Adapun hasil perancangan database server dapat dilihat pada gambar 3.11 dibawah ini dimana terdapat beberapa kolom pada database
                Gambar 3.11: Tampilan database server
3.3.2.3 Pembuatan Tampilan Layout Website
                Pada perancangan website ada beberapa aplikasi dan bahasa pemrograman yang digunakan seperti aplikasi XAMPP, notepad++, bahasa pemrograman HTML, PHP, mySql, jQuery, JavaScript. Untuk mengkases website diakses pada http://www.envimonitor.elvislab.com.

                 



                 Gambar 3.12 : Tampilan layout website
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
                Dalam implementasi atau pengujian sistem dilakukan secara terpisah, bertahap dan dilakukan secara keseluruhan. Pada tahap ini ada beberapa pengujian  yang dilakukan antara lain sebagai berikut :
4.1 PENGUJIAN DAN KALIBRASI SENSOR
4.1.1 Sensor DHT11
                Pengujian kalibrasi sensor DHT11 dilakukan untuk melihat sensor apakah sudah sesuai dengan pembacaan, dimna sensor DHT11 membaca suhu dan kelembapan. Pengujian dilakukan dengan membandingkan dengan alat pemanding sensor DHT11. Pengambilan data dilakukan setiap selang waktu 1 menit, dengan menempatkan sensor pada kondisi dan tempat yang sama. Pengujian dilakukan sebnayak 10 kali. Adapun hasil pengujian sensor dapat diihat pada tabel 4.1 dibawah ini.
      Tabel 4.1 Pengujian kalibrasi dan pembacaan sensor DHT11





                Dari hasil pengujian yang didapatkan sensor DHT11 dengan alat pembanding sudah sesuai dilihat dari persentase kesalahan suhu dan kelembapan tidak terlalu besar dan jauh selisihnya. Hal ini menuunjukkan bahwa sensor sudah dapat berfungsi  dan bekerja dengan baik.



                       Gambar 4.1 : Pengujian sensor DHT11
4.1.2 Sensor BMP180
                Pengujian kalibrasi sensor BMP180 untuk melihat apakah dapat berfungsi dengan baik. Pengujian dilakukan setiap selang 1 menit, dengan menempatkan sensor dan alat pembanding  pada kondisi dan tempat yang sama,  sensor BMP180 berfungsi untuk mengukur tekanan udara. Pengujiannya kami lakukan di kantor BMKG Kota Makassar.  Adapun hasil pengujian dari sensor BMP180 dapat dilihat pada tabel 4.2          
   Tabel 4.2 Tabel hasil pengujian sensor BMP180
 




                Dari hasil pengujian yang didapatkan berdasarkan dengan tabel 4.2, nilai pressure yang didapatkan pada sensor BMP180 berkisar  1010.50-1010.75 hPa dan pada alat BMKG 1010,73-1010,75 hPa. Dari nilai persentase kesalahan  yang didapatkan sangat kecil berkisar 0-0,2%. Hal ini menunjukkan sensor BMP180 yang dikalibrasi sudah berfungsi dan bekerja dengan baik.    
4.1.3 Sensor Gas MQ
                Pengujian kalibrasi sensor gas MQ dilakuakan apakah sensor dapat bekerja dan berfungsi dengan baik. Pengujian bertujuan untuk melihat perubahan konsentrasi  sensor terhadap emisi kendaraan bermotor. Pengujian sensor dilakukan dengan menempatkan semua sensor gas pada suatu ruangan dimana ruangan tersebut berukuran 3x4x3 meter ruangan dibuat tertutup. Sensor gas MG berfungsi untuk mengukur kadar konsentrasi gas dimana satuannya ppm. Karena kesulitan mendapatkan alat pembanding dan harga setiap alat mahal dan kantor BMKG Makassar belum juga mempunyai alat tersebut. Pengambilan data dilakukan dengan memanfaatkan hasil pembuangan emisi dari kendaraan bermotor, untuk menimbulkan gas emisi pencemaran udara.Adapun hasil pengujian kalibrasi sensor MQ sesuai pada tabel 4.3 sebagai berikut :
      Tabel 4.3 Pengujian kalibrasi dan pembacaan sensor MQ
                Pengambilan data diambil setiap selang waktu 30 detik, pada saat kendaraan dinyalakan dan dilakukan pengujian  sebanyak 4 kali pada kondisi dan tempat yang sama. Dari hasil pengujian pada tabel 4.3 respon perubahan konsentrasi sensor MQ terhadap emisi dari kendaraan bermotor terjadi kenaikan konsentrasi selama motor terus dinyalakan . Dari hasil pengujian terlihat dari tabel respon setiap sensor berbeda terhadap emisi pembuangan motor dimna gas CO memiliki perubahan grafik yang tinggi, lalu NO2, SO2 dan terkecil gas O3 . Hal ini menunjukkan bahwa sensor sudah mampu bekerja dengan baik.



               
                    
Gambar 4.2 : Pengujian Sensor MQ

4.1.4 Sensor Dust Sharp  GP2Y1010AU0F
                Pengujian sensor tersebut sama dengan sensor MQ tetapi disini bukan motor yang digunakan untuk dimanfaatkan emisinya tetapi asap pembakaran kertas, digunakan kertas karton. Pembakaran kertas katon disesuaikan banyaknya pada saaat pengujian dan dilakukan sebanyak 5 kali, untuk mengukur kadar konsentrasi asap  satuannya ug/m3 .Pengujian ini bertujuan untuk melihat perubahan konsentrasi sensor terhadap banyaknya kepekatan asap. Adapun hasil pengujian kalibrasi sensor tersebut dapat dilihat pada tabel 4.4
Tabel 4.4 Pengujian kalibrasi dan pembacaan sensor  dust sharp GPY

               



                Dari hasil pengujian yang didapatkan sesuai dengan tabel 4.4  jadi semakin lama pembakaran maka konsentrasi sensor  akan meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa sensor sudah mampu bekerja dengan baik dan sesuai yang diharapkan.



         Gambar 4.3 : Pengujian Sensor Dust Sharp  GP2Y1010AU0F 
4.2 PENGUJIAN KESELURUHAN SISTEM
                Setelah melakukan berbagai tahapan perancangan selanjutnya dalam implementasi  atau pengujian sistem  pada lingkungan perkotaan secara langsung. Dimana dalam pengujian ada beberapa pengujian yang akan dilihat apa sistem berjalan secara baik. Pengujian dilakukan di Pintu I Kampus Universitas Hasanuddin, sesuai dengan letak alat pada website, lokasi sensor dapat dilihat pada website,  pada saat alat dihidupkan data sensor yang telah diolah oleh mikrokontroler Arduino mega 2560 akan disimpan pada SD Card Module lalu data akan dikirim ke database server dan data sensor akan ditampilkan pada website (website bisa diakses pada http://www.envimonitor. elvislab.com). 

Pada saat alat dihidupkan sensor mulai membaca dan mikrokontroler mulai mengolah data, hasilnya akan ditampilkan pada Display LCD , data akan disimpan pada SD Card Module ini bertujuan untuk perekaman data agar data dapat kembali diolah sehingga jika terjadi gangguan pada jaringan data pengamatan tidak akan hilang , setelah itu data akan dikirim ke database server dan data akan ditampilkan pada webserver. Setelah dilakukan pengujian alat dapat bekerja dengan baik dan dapat menyajikan data informasi pada area yang diletakkan alat.
       Hasil database pada saat pengiriman







Gambar 4.1 Hasil database saat pengiriman data 
                Dari hasil pengujian yang dilakukan terlihat bahwa alat dapat megirim data ke server dan data sensor masuk ke sistem database terlihat pada gambar 4.1, data masuk database berkisar 3-6 detik tergantung kecepatan jaringan GSM/GPRS, data juga masuk kedalam sistem datalogger alat dan terlihat juga pada webserver data pada database dapat ditampilkan dalam bentuk grafik. Setelah dilakukan pengujian sistem dapat bekerja dengan baik dan dapat menyajikan data informasi pada area yang diletakkan alat.
Berikut hasil tampilan pada data sensor pada website selama pengujian sistem sebagai berikut :

Gambar 4.2 Hasil Suhu  Sensor DHT11  




Gambar 4.3 Hasil Kelembapan Sensor DHT11





 Gambar 4.4 Hasil Tekanan Udara sensor BMP180




Gambar 4.5 Hasil Partikulat Matter 10
Gambar 4.6 Hasil gas CO MQ-7 




Gambar 4.7 Hasil Gas NO2 MQ-135
Gambar 4.8 Hasil gas SO2 MQ-136     





Gambar 4.9 Hasil gas 03 MQ-131
5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1  KESIMPULAN
                Setelah melakukan perancangan dan pembuatan sistem, kemudian dilakukan pengujian dan analisa, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1.       Hasil perancangan dan pengkalibrasian sensor yang telah diperoleh dapat bekerja dengan baik dan nilai dari setiap sensor dapat ditampilkan pada website sebagai sistem pengamatan.
2.       Hasil perancangan sistem database server dan sistem datalogger pada alat dapat berfungsi dengan baik. Sehingga data dapat direkam  untuk bisa diolah kembali dan juga untuk meminilasir kehilangan data pada saat kehilangan jaringan komputer.
3.       Sistem yang telah dibuat dapat sudah  difungsikan secara keseluruhan dan dapat diimplementasikan di lingkungan perkotaan.
5.2 SARAN
                Adapun saran dari peniliti untuk memperbaiki kinerja dari sistem pemanataun indeks kualitas udara dan profil cuaca berbasis web sebagai berikut :
1.             Penggunaan alat sebaiknya diimplementasikan keseluruh area dikota yang dianggap perlu untuk dilakukan pengamatan.
2.             Tampilan casing dari alat sebaiknya dirancang dengan baik sehingga alat dapat tahan terhadap panas dan air, sehingga tidak merusak alat.
3.             Sistem perlu ditambah lagi sensor-sensor agar sistem dapat mengolah semua parameter cuaca dan kualitas udara.   
4.             Untuk penelitian kedepannya pengujian sensor gas dibandingkan lagi dengan alat sebenarya.


Daftar Pustaka
 [1] Bagus, Hari S.2012.Pemrograman Mikrokontroler dengan Bahasa C. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.
[2] Firmansyah, Saftari.2015.Proyek Robotik Keren dengan Mikrokontroler Arduino.Jakarta: PT. Gramedia
[3] Foenadioen dan Prakoso, Samuel.2007.Pengembangan  Aplikasi   Web Database Menggunakan  Java  Server Page. Yogyakarta:Andi Yogyakarta.
[4] Irwanto, Djon.2007.Membangun Oriented Software dengan Java dan Object Database.Jakarta: Gramedia.
[5] Syahwil,Muhammad.2013.Panduan Mudah Simulasi dan Praktek  Mikrokontroler Arduino.Yogyakarta: Andi Yogyakarta.
[6] Sudjadi.2005. Teori dan Aplikasi Mikrokontroler. Yogyakarta: Graha Ilmu.
[7] http://thepolyscope.com/en/weather-station-powered-with-arduino.html  diakses pada 11 November 2015 pukul 20.15 wita
[8] http://baskarapunya.blogspot.jp/2013/05/mq-7-sensor-gas-co.html diakses pada 27 November 2015 pukul 14.20 wita
[10] http://www.seeedstudio.com/wiki/GPRS_Shield_V1.0 diakses pada 3 Desember 2015 pukul 12.00
[11] http://forum.mysensors.org/topic/147/air-quality-sensor diakses pada 27 Desember 2015 pukul 15.00
[12] http://www.lenntech.com/calculators/ppm/converter-parts-per-million.htm diakses pada 2 Januari 2016 pukul 21.00 wita
[13] http://sensorapp.net/sharp-dust-sensor-and-arduino/ diakses pada 3 Januari 2016 pukul 20.05 wita
[14] http://blog.iteadstudio.com/sim908-module-gpsgsm-starting-guide/ diakses pada 17 Januari 2016 pukul 12.04
 [15 ]http://www.air-quality.org.uk/04.php diakses pada 21 Januari 2016 pukul 22.00




Muanzir Yusuf-D41111295
Fakultas Teknik Jurusan Elektro
Teknik Komputer Kendali & Elektronika

 

                                        Muhammad Zaid Bachtiar
        Fakultas Teknik Jurusan Elektro
        Teknik Komputer Kendali & Elektronika






0 komentar:

Posting Komentar